https://www.fapjunk.com https://pornohit.net london escort london escorts buy instagram followers buy tiktok followers

Visi Nusantara: Pemuda Jangan Mau Jadi Objek Politisi

Bedah buku “Pemuda & Pemilu”

TANGERANG | “Pemuda hari ini pemimpin masa depan.” Ungkapan atau pepatah arab ini seringkali kita dengar di berbagai kesempatan.

Atau yang lebih populer lagi, ucapan Bung Karno. “Beri aku 1000 orang tua akan kucabut semeru dari akarnya. Dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia.”

Pepatah tersebut seringkali menjadi tolok ukur peranan pemuda dalam berbagai bidang. Termasuk politik di dalamnya.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Visi Nusantara Subandi Musbah pada acara Bedah Buku berjudul: Pemuda dan Pemilu. Karya Zulpikar. Bertempat di Aula Bonsai Kantor Visi Nusantara pada Rabu, (18/05).

Menurut Subandi, sejak dahulu, peran pemuda sangat strategis. Mulai dari perjuangan kemerdekaan sampai gerakan moral peruntuhan rezim.

“Gerakan ini didominasi kaum muda. Mulai Soekarno, Muhammad Hatta, M. Yamin, Soedirman, sampai Bung Tomo. Kesemuanya itu berusia sangat muda,” ungkap Subandi.

Menurutnya, waktu itu, pekik kemerdekaan dan gelora perjuangan lebih bergemuruh jika dilontarkan oleh kaum muda.

“Begitu pun saat ini, peranan pemuda dalam mengisi kemerdekaan harus bisa masuk di berbagai bidang. Termasuk di dalamnya: Politik.

Dalam kancah perpolitikan, menurut Subandi, kaum muda bukan hanya mengambil peran, tetapi harus bisa mewarnai. Tidak melulu menjadi objek para politisi setiap gelaran pemilu.

“Harus masuk ke dalam. Ambil bagian dalam proses demokrasi. Termasuk menjadi aktor atau bahkan penyelenggara dalam pemilu,” ucapnya.

Di sisi lain, Bagus Muhamad Rizal selaku Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Kabupaten Tangerang mengatakan, peran pemuda dalam pemilu harus hadir dalam berbagai sektor.

“Pemuda itu harus mampu menjawab sekaligus mengimplementasikan terhadap peran tersebut. Termasuk penggunaan teknologi dalam demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Zulpikar menyampaikan rasa keperihatinannya saat menulis buku tersebut.

Menurut Zulpikar, situasi saat ini peran pemuda dalam bidang kepemiluan sangat minim. Lantaran kurangnya regulasi yang mendukung bagi anak muda untuk ikut serta.

Ia berharap, kepemiluan yang akan datang dapat diisi oleh kalangan muda. “Ke depan kita berharap regulasi yang dibuat mampu memberikan ruang bagi kaum muda untuk ikut serta dalam pemilu,” harapnya.

Untuk informasi, bedah buku yang dipandu Abu Rizal Sidik ini dihadiri dari berbagai perwakilan organisasi mahasiswa. Berjalan menarik dan diakhiri buka bersama.

Terkini

Agenda

Opini

Tangerang, Kaya Pendapatan Miskin Gagasan

Memahami Demokrasi dan Pemilu di Indonesia

Politik Identitas, Benalu Demokrasi

Inspiratif

Catatan Pinggir

Politik Budgeting

Konsisten atau Dikoyak Sepi

Kelas Menengah Ngehe

Bukan Soal Menang atau Kalah

Verba Volant Scripta Manent

Membaca Ulang Aktor Demokrasi

Pesan untuk KMT